Agus dan BPMPPT Sleman Gagal Dimediasi

Ditulis oleh : Administrator | Kamis, 20 Oktober 2016

PERLU waktu lebih dari 14 hari kerja untuk memediasi Agus Artadi (Pemohon) dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman selaku Termohon.  Sejak sidang pemeriksaan awal, sengketa informasi dengan nomor register 013/IX/KIDIY-PS/2016 itu memerlukan beberapa kali mediasi dan kaukus.  

Mediasi terakhir dilakukan Kamis (20/10) digelar di Ruang Rapat Diskominfo dihadiri Pemohon beserta kuasanya (Z Siput Lokasari), sedangkan Termohon diwakili 3 orang kuasanya yakni Setyowati, Ishadi Zayid dan Aris Juni Kurniawan.

‘’Mediasi gagal, pihak Termohon tetap tidak bersedia membuka informasi yang diminta Pemohon,” kata Hazwan Iskandar Jaya selaku mediator, setelah selesai mediasi.

Ditambahkan Hazwan, 20 Oktober 2016 kemarin merupakan batas waktu terakhir untuk mediasi, yaitu 14 hari kerja ditambah 7 hari kerja.  Sebelumnya para pihak telah melakukan mediasi pada 22 September 2016, kaukus pada tanggal 6 Oktober 2016 dan mediasi kedua pada 14 Oktober 2016.   Para pihak sebenarnya sempat meminta melakukan mediasi sendiri tanpa adanya mediator sesaat setelah dilakukan kaukus, namun tetap gagal.

Dengan gagalnya mediasi maka sengketa informasi antara Agus Artadi dengan BPMPPT Sleman akan berlanjut ke sidang ajudikasi. Jadwal akan ditentukan kemudian.  “Waktunya masih kita cari yang tepat karena komisioner akan mengikuti Rakornas Komisi Informasi se-Indonesia di Palembang. Yang jelas kita upayakan sesegera mungkin,’’ ungkap Winarni, selaku panitera pengganti.

IZIN GANGGUAN

Sengketa yang menyangkut Izin Gangguan (HO) itu berawal ketika pada 2 Mei 2016 Agus Artadi, warga Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, mengajukan permohonan informasi mengenai data arsip pengajuan Izin Gangguan Hotel Premier Inn Satoria kepada BPMPPT Sleman. Permohonan informasi ditanggapi dengan mengundang Agus Artadi untuk menghadiri rapat yang diselenggarakan BPMPPT pada 18 Mei 2016.

Dari rapat diketahui bahwa dalam proses pengajuan HO itu Agus Artadi tidak pernah dimintai izin oleh PT Satoria selaku pemilik hotel.  Terungkap pula adanya surat pernyataan dari PT Satoria yang menyertakan surat pernyataan dari Agus Artadi yang dijadikan kelengkapan untuk mengajukan izin gangguan tersebut.  

Atas dasar itu Agus pada 18 Juli 2016 mengajukan surat keberatan atas terbitnya Surat Keputusan BPMPPT  No 503/008865.68.15/0042/IG/2016 dan meminta agar keputusan itu dicabut.

Pada 18 Agustus 2016 BPMPPT menanggapi surat keberatan dengan menyebutkan bahwa keberatan yang diajukan Agus Artadi tidak menjadi penghalang bagi PT Satoria untuk melanjutkan pengurusan izin gangguan.  Pihak BPMPPT juga menyatakan perizinan PT Satoria telah memenuhi syarat.

Agus kemudian mengajukan permohonan penyelesaian sengketa ke KI DIY pada 31 Agustus 2016 dan diregistrasi pada 1 September 2016. (des)

 


Event

28 Sept
Peringatan HHUT Tahun 2017
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
28 Sept
Rapat Kerja Teknis Ke-7 Komisi Informasi se-Indonesia Tahun 2017
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
20 Sept
Rapat Monev dengan BP2KI
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...