Gelar Monev, Sleman Gandeng KI DIY

Ditulis oleh : Administrator | Jumat, 21 Oktober 2016

SETELAH PPID Kulon Progo pada tahun 2014, kini PPID Sleman yang berinovasi mendorong percepatan implementasi keterbukaan informasi publik melalui monitoring dan evaluasi (monev).  Monev akan dilakukan terhadap SKPD di lingkungan Pemkab Sleman, tanpa membedakan dinas/badan/kantor dan kecamatan. 

Sebagai persiapan awal, Jumat (21/10) PPID Sleman mengundang komisioner KI DIY yang diwakili komisioner bidang PSI Warsono, komisioner bidang ASE Suharnanik Listiana dan PPID/Humas Rakhmat Sutopo.

‘’Terima kasih atas dukungan KI DIY, mudah-mudahan monev yang baru kali pertama kami laksanakan ini nantinya lancar.  Mohon kesediaannya untuk kerja marathon karena target kami akhir November sudah penyerahan hadiah untuk para pemenang,’’ kata Kabag Humas/PPID Pemkab Sleman Sri Winarti.

Metode monev lebih-kurang sama dengan yang dilakukan KI DIY, termasuk nantinya melakukan visitasi ke SKPD.  Satu hal yang sedang dimatangkan adalah mengaitkannya dengan pengelolaan website, mengingat Pemkab Sleman sudah memiliki peraturan bupati yang mewajibkan setiap SKPD mengelola website sesuai standar keterbukaan informasi publik.

‘’Kita juga akan lihat progress apa yang dicapai tiap SKPD terkait pelayanan informasi publiknya,’’ tambah Bu Win, sapaan akrabnya.

Menurut Helmi Arifianto yang mendampingi Sri Winarti, dilibatkannya komisioner dan PPID KI DIY tidak lain karena memiliki pengalaman dua kali melakukan monev.  Pengalaman itulah yang ingin diadopsi PPID Sleman. 

Warsono dan Suharnanik menyampaikan beberapa catatan.  Di antaranya terkait perlu segera dilakukannya pembahasan mengenai indikator penilaian, baik oleh internal PPID Sleman maupun tim dari KI DIY.  Pada pertemuan yang akan datang, kedua konsep akan dicoba diselaraskan sehingga menghasilkan tolok ukur yang jelas, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.  Setelah itu, pada minggu-minggu berikutnya bisa dilakukan visitasi dan tahapan lanjutannya menuju finalisasi hasil.

‘’Visitasi kita kemarin menemukan fakta banyak PPID di SKPD yang jalan sendiri, tidak dikelola oleh tim.  Akibatnya, kadangkala kalau yang bersangkutan pergi, lumpuhlah pelayanan.  Ini kan tidak ideal,’’ kata Warsono dibenarkan Suharnanik.

Iming-iming untuk para pemenang cukup menggiurkan.  PPID Sleman, menurut Winarti dan Helmi, sudah menyiapkan laptop sebagai hadiah.  ‘’Sementara ini baru itu yang bisa kita sediakan, mudah-mudahan bermanfaat memacu kinerja SKPD dalam hal pelayanan informasi publik,’’ kata Winarti. (rsp)

 

 

 

 

 


Event

20 Sept
Rapat Monev dengan BP2KI
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
18 Sept
Talkshow di TVRI
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
15 Sept
Rapat HHUT
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...