Jajaki Danais untuk Sosialisasi Keterbukaan

Audiensi dengan Gubernur HB X

Ditulis oleh : Administrator | Kamis, 6 Oktober 2016


SETELAH beberapa kali tertunda, jajaran komisioner KI DIY akhirnya berkesempatan melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X di ruang kerjanya, Selasa (4/10) pagi.  Seluruh komisioner hadir, yakni Hazwan Iskandar Jaya (ketua), Dewi Amanatun Suryani (wakil ketua), Suharnanik Listiana (ASE), Warsono (PSI) dan Martan Kiswoto (kelembagaan).  Mereka didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Rony Primanto Hari, Sekretaris/Panitera KI DIY I Made Arjana Gumbara dan Kabid Humas Diskominfo Herwanto Hartono.

Hazwan membuka audiensi dengan menyampaikan laporan perkembangan KI DIY yang hingga pertengahan tahun ini telah menerima 17 aduan sengketa informasi.  Dewi Amanatun Suryani melanjutkan dengan menyampaikan hasil Monev/Pemeringkatan Badan Publik Tahun 2016 yang penganugerahannya dilakukan pada 28 September 2016 di Hotel Harper bertepatan dengan Hari Hak untuk Tahu Sedunia.

Gubernur mengatakan mendukung penuh keterbukaan di lingkungan Pemda DIY.  ‘’Pemda DIY sudah memiliki digital government services. Dengan adanya sistem tersebut, seharusnya masyarakat mudah mendapatkan informasi. Beberapa dinas/instansi sudah melakukan hal tersebut, tetapi sebagian lainnya belum.   Melalui layanan itu semua pertanyaan publik mestinya dapat terjawab dengan baik,’’ tandasnya.

Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi (ASE) Suharnanik Listiana menyampaikan KI DIY telah melaksanakan sosialisasi secara mandiri (tanpa anggaran) sampai ke akar rumput sekaligus mengungkap fakta masyarakat selama ini lebih mengetahui Lembaga Ombudsman (LO) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).   KI DIY belum terlalu dikenal.

“Tahun berikutnya insya Allah kami memiliki anggaran untuk sosialisasi sampai tingkat bawah, namun guna menarik perhatian warga diperlukan pula sosialisasi yang dilakukan secara gemebyar. Apakah memungkinkan kami bisa menggunakan Danais?” tanya Nanik, sapaan akrabnya.

“Pada dasarnya sepanjang argumentasi yang digunakan untuk memakai anggaran itu tepat, tidak jadi masalah. Monggo mawon asal menyangkut sesuatu yang penting dan strategis,” jawab Gubernur.

Gubernur memastikan sangat terbuka dengan siapa saja, termasuk jajaran komisioner KI DIY. Oleh karena itu Gubernur mempersilakan KI DIY untuk datang ke kantornya apabila ada sesuatu yang penting dan strategis untuk dibicarakan.  ‘’Kalau menyangkut sesuatu yang penting dan strategis, silakan sampaikan.   Lewat telepon juga boleh, silakan,’’ kata Raja Keraton Yogyakarta itu. (des)

 

 


Event

28 Sept
Peringatan HHUT Tahun 2017
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
28 Sept
Rapat Kerja Teknis Ke-7 Komisi Informasi se-Indonesia Tahun 2017
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
20 Sept
Rapat Monev dengan BP2KI
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...