‘’Saya Sangat Terbantu ..’’

Testimoni Siti Aisyah

Ditulis oleh : Administrator | Selasa, 11 Oktober 2016

KOMISI Informasi DIY hingga pertengahan tahun 2016 telah menerima 13 permohonan penyelesaian sengketa informasi (PSI), terbanyak jika dibandingkan dengan jumlah permohonan PSI pada tahun-tahun sebelumnya.  Uniknya, dari beberapa persidangan yang digelar tahun 2016 sering terlihat sosok ibu paruh baya yang rajin mendampingi 3 Pemohon yang berbeda.  

Namanya Siti Aisyah, ibu rumah tangga berusia 59 tahun.  Asli Magelang, ibu dari 2 anak dan nenek dari 6 cucu itu bertempat tinggal di Suryatmajan DN I/52 Yogyakarta.  Ia boleh dibilang sosok cukup istimewa, karena selain punya nyali, juga selalu membawa segepok data terkait materi sengketa.

‘’Awalnya tahun 2013 saya mengadu ke Ombudsman tapi kemudian diarahkan ke Komisi Informasi, dari situ saya mengetahui apa itu KIP,” ungkap Siti.

Mengapa mau berkali-kali menjadi kuasa di persidangan ajudikasi?

‘’Kebetulan para Pemohon itu masih ada hubungan kekeluargaan, saya niatnya membantu saja,’’ ungkapnya seraya menyebut 3 Pemohon yang dimaksud yakni Harju Suprihatin, Purwanto dan Tugiyo.

Sambil tertawa kecil Siti  berkata para kerabatnya mungkin memberinya kepercayaan karena faktanya ia pernah menjadi Pemohon PSI ke KI DIY pada tahun 2013.  Untuk diketahui, tahun itu belum banyak warga DIY yang mengajukan PSI ke KI DIY.  Artinya, diam-diam nyali Siti sudah cukup teruji.  

Keberanian itu yang mungkin memicu kerabatnya melakukan hal serupa.  “Ini putusan perkara saya waktu itu,’’ ujarnya sambil menunjukkan putusan sengketa antara dirinya dengan BPN. 

Sebagai orang yang sudah cukup memahami tata cara pelayanan informasi publik, Siti mengaku biasanya terlebih dahulu mengarahkan kerabatnya untuk memohon informasi ke badan publik.  Kalau tidak ditanggapi dalam 10 hari kerja kemudian mengajukan surat keberatan, dan seterusnya sampai menjadi sengketa.

Satu hal yang menurut dia makin menguatkan adalah adanya dorongan dari anak-anak si pemohon.  ‘’Mereka sudah cukup tahu apa itu Komisi Informasi, jadi tidak melarang, malah mendorong (orangtuanya) untuk mengajukan PSI,’’ katanya.

Disinggung apakah putusan Komisi Informasi DIY akan digunakan untuk proses hukum lebih lanjut, Siti menjelaskan ada rencana ke arah itu. Salah satunya untuk bahan menggugat pihak tertentu ke PTUN, tapi sampai sekarang belum dilakukan.  Masih persiapan, katanya terus-terang.

‘’Jujur saya akui keluarga kami mendapat manfaat yang banyak dari Komisi Informasi DIY.  Pelayanannya sudah bagus, saya sangat terbantu.  Dalam kaitan penanganan sengketa saya belum menemukan hal yang kurang.  Saya selalu dilayani dengan baik, apalagi oleh Bu Win (Winarni, panitera pengganti KI DIY) yang sudah sangat banyak membantu menerangkan hal-hal terkait persyaratan administrasi sehingga kami tidak bingung lagi,” ungkap Siti blak-blakan. (des)

 

 

 

 

 


Event

27 Jul
Narasumber PPID Kabupaten Bantul
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
26 Jul
Rapat Rapergub LI
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta   Hari / ...
20 Jul
Sosialisasi Basis di Desa Semanu
Agenda/Event Komisi Informasi Daerah  Daerah Istimewa ...