Lihat Semua

Penghuni Sengketakan Kepala Asrama

Ditulis oleh : Administrator | Kamis, 28 September 2017


SENGKETA informasi di KID DIY kian beragam.  Setelah sebelumnya didominasi sengketa terkait informasi pertanahan, kini ada lagi materi baru, yakni seorang penghuni asrama menyengketakan kepala asrama yang ditinggalinya.  Si Pemohon bernama Ikhwanuddin Siregar.   Ia menyengketakan Kepala Asrama dan Wisma Bukit Barisan di Yogyakarta.

Ikhwan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa ke KID DIY lantaran Kepala Asrama dan Wisma Bukit Barisan tersebut tidak menanggapi permohonan informasinya.  Ikhwan sendiri sebenarnya juga tinggal di asrama tersebut.  Informasi yang diminta berupa daftar penghuni dan rincian laporan tahunan.  

Kronologi berawal pada 16 Agustus 2017 ketika Ikhwan mengajukan permohonan informasi kepada Kepala Asrama dan Wisma Bukit Barisan.  Informasi yang diminta meliputi data penghuni Asrama & Wisma Bukit Barisan tahun 2017 dan Rincian Laporan Tahunan Asrama & Wisma Bukit Barisan tahun 2015 dan tahun 2016.  Permohonan diterima pada hari yang sama oleh Vika selaku Receptionist Asrama & Wisma Bukit Barisan.

Pada 8 September 2017 Pemohon mengirimkan surat keberatan kepada Termohon karena permohonan informasi tidak ditanggapi.   Keberatan diterima pada hari yang sama oleh Harus Saputra selaku Sekjen IKPM.  Pada 9 September 2017 Termohon memberikan informasi data penghuni Asrama & Wisma Bukit Barisan tahun 2017, tetapi untuk informasi tentang rincian anggaran tahunan tidak diberikan.

Ikhwan tidak puas.  Tak lama kemudian, tepatnya pada 11 September 2017 ia mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi ke KID DIY dan diregister dengan Nomor 006/IX/KIDDIY-PS/2017.   Untuk sengketa ini, KID DIY membentuk Majelis Komisioner yang diketuai Warsono dengan anggota Suharnanik Listiana dan Martan Kiswoto.   Edi Pratikno bertindak selaku Panitera Pengganti.

Sidang perdana digelar pada 27 September 2017 pukul 10.30 WIB di Aula Diskominfo.   Sidang dihadiri Ikhwanuddin Siregar didampingi Baumi Syaibatul Hamdi yang bersama-sama Ikhwan merupakan pemohon informasi.  Termohon awalnya akan menghadiri sidang, namun di tengah perjalanan diminta untuk pulang kembali oleh atasannya.

‘Karena Termohon tidak hadir pada sidang hari ini maka sidang kami skors dan kami beri kesempatan Panitera untuk memanggil kembali Termohon.  Sidang selanjutnya tanggal 5 Oktober 2017,” kata Warsono.  (des)


Event